Kamis, 16 April 2015

Jurnal Observasi Blogger



 Penyajian Data Observasi Blog

Muhammad Adnan
Jurnal Statistika dan Probabilitas
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia

Abstrak – jurnal ini membahas bagaimana penulis mengolah data dari statistika Blog Wirausahanya yaitu : http://indoadnansamsul.blogspot.com. Blog Wirausaha tersebut dibuat sejak 4 hari setelah diberikannya tugas untuk membuat blog yaitu pada tanggal 8 Maret 2015 dan berhenti di Observasi sampai pertemuan terakhir sebelum UTS yaitu pada tanggal 16 April 2015. Dan dari tanggal pertama sampai terakhir terkumpulah jumlah penyangan per-Harinya, dan setelah penulis mempromosikan blog memalui media sosil BBM ada seseorang yang menghubungi penulis untuk membeli barang yang ada di blog tepatnya pada tanggal 9 Maret 2015. Pada tanggal 20 Maret ada sesorang yang  memsesan sepatu futsal sebanyak 2 pasang .


I.                   PENDAHULUAN
Statistika adalah ilmu pengetahuan yang telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan juga untuk membuat rencana masa datang. Selain itu pimpinan mengambil manfaat dari kegunaan statistika untuk melakukan tindakan - tindakan yang perlu dalam menjalankan tugasnya. Di dunia penelitian atau riset, dimana pun dilakukan, bukan saja telah mendapat manfaat yang baik dari statistika tetapi sering harus menggunakannya. Seperti untuk mengetahui apakah cara yang baru ditemukan lebih baik dari pada cara lama, atau apakah model untuk sesuatu hal dapat kita anut atau tidak. Untuk mengetahui hal -  hal diatas, perlu diadakan penilaian dengan statistika.
Kata Statistika berbeda dengan Statistik. Statistik dipakai untuk menyatakan kumpulan data, bilangan maupun non-bilangan yang disusun dalam tabel ataupun diagram, yang melukiskan suatu persoalan. Sedangkan statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisaannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan. Dalam statistika dibagi menjadi dua yaitu statistika induktif dan deskriptif. Distribusi Frekuensi dan Ukuran Gejala Pusat merupakan bagian dari statistik deskriptif.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam pembahasan makalah ini.
II. LANDASAN TEORI
A.  Frekuensi.
Kata “Frekuensi” yang dalam bahasa inggrisnya adalah Frequency berarti kekerapan, keseimangan, keseringan. Dalam statistik , frekuensi mengandung pengertian Angka (Bilangan) yang menunjukan seberpa kali suatu variabel (yang dilambangkan dengan angka-angka itu) berulang dalam deretan angka tersebut atau berapa kalikahsuatu variabel.

B.  Distribusi Frekuensi
Data yang diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa random dapat disusun menjadi data yang berurutan satu per satu atau berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Tabel untuk distribusi frekuensi disebut dengan Tabel Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi saja. Jadi, distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Distribusi Tunggal adalah satuan-satuan unit, urutan tiap skor, atau tiap varitas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi kelompok atau tabel frekuensi bergolong. Distribusi bergolong terdiri atas beberapa interval kelas dalam penyusunannya. Selanjutnya, dari distribusi frekuensi dapat diperoleh keterangan atau gambaran dan sistematis dari data yang diperoleh.


III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam hal ini penulis menerapkan metode distribusi frekuensi pada penyajian data jumlah pengunjung Blog.Data diambil pada tanggal 8 Maret 2015 sampai dengan 16 April 2015.




Jumlah Penayangan/Hari
3
5
7
3
3
1

Jumlah Data
Max
Min
Range
Kelas
Intreval


6
7
1
6
2
3

2^2=4

4<6



 
Tanggaal
Tayang/hari
Total Tayang
08/03/2015
3
3
10/03/2015
7
65
18/03/2015
3
15
25/03/2015
5
31
28/03/2015
3
46
16/04/2015
1
11

Kamis, 02 April 2015

penyajian data distribusi dan data numerik

Penyajian Data Distribusi Frekuensi dan Data Numerik dari 50 Ukuran File Daftar NO Sepatu

Muhammad Adnan (1306093)
Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia

Abstrak – jurnal ini membahas bagaimana penulis mengukur ukuran file dari ke 50 daftar no sepatu  yang ada pada blog wirausahanya , yaitu http://indoadnansamsul.blogspot.com , penulis mengukur ukuran file berdasarkan satuan ukuran, Pengukuran ini menggunakan metode Tabel Distribusi Frekuensi yang dimana Tabel distribusi frekuensi dan grafik ini sangat efektif untuk menyajikan data yang berbeda-beda. Dengan mengelompokkan data kedalam beberapa kelas dan kemudian dihitung banyaknya pengamatan yang masuk ke dalam tiap kelas.

Kata Kunci – Frekuensi, Grafik, Median, Modus, Kuartil, Desil, Persentil

I.                   PENDAHULUAN


II.                URAIAN PENELITIAN

A. Tahap Telaah
Daftar dari Ukuran no sepatu sebanyak 50

No
Nama
Ukuran Sepatu
1
Muh Adnan
40
2
Faris
42
3
Arisandi
43
4
Yovie
40
5
Gilang
43
6
Tsani
39
7
Octa
38
8
Reiza
38
9
Nitami
38
10
Wina
36
11
Evi SF
36
12
Eva SF
36
13
Indra
40
4
Surahman
40
15
Zeni
41
16
Irfan
42
17
Alfitra
43
18
Hudhud
40
19
Reni
36
20
Ryan
40
21
Mia
37
22
Leni
36
23
Windi
36
24
Tya
36
25
Chaerul
42
26
Ramdhani
40
27
Syahid
41
28
Raksi
43
29
Ganjar
41
30
Lucky
40
31
Ramdan
40
32
Lukman
40
33
Hesti
36
34
Ria
36
35
Ane
36
36
Sonia
36
37
Yuli
36
38
Angga
43
39
Anggi
36
40
Mikha
36
41
Alwi
41
42
Ahmad
41
43
Ismail
42
44
Sari
36
45
Fany
37
46
Nadia
37
47
Faisal
42
48
Dedi
41
49
Anisa
37
50
Rina
37

Ukuran 50 no sepatu
40
36
37
40
42
42
36
36
40
41
43
40
36
36
42
40
40
36
36
36
43
41
40
36
37
39
42
42
36
37
38
43
40
43
42
38
40
41
36
42
38
36
43
36
37
36
40
41
41
37
Penyajian Distribusi Frekuensi :
1.         Menentukan jangkauan (range) dari data (R).
Jangkauan = data terbesar – data terkecil.
            R = 43 -36  
            R = 7
2.         Menentukan banyaknya kelas (K).
K = 2k > n  ,  n : banyaknya data.
K = 26 > 50  ,  64 > 50.
K = 6
3.         Menentukan panjang interval kelas.
Panjang interval kelas (i) = Jangkauan (R) / Jumlah Kelas (K)
i = 7/6
i =  1,66667 ≈  1,2
4.         Menentukan batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil dari data data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya.
Tepi Bawah
Tepi Atas
Turus
frekuensi
frekuensi relatif
36
37,2

20
40%
37,2
38,4

3
6%
38,4
39,6

1
2%
39,6
40,8

10
20%
40,8
42

11
22%
42
43,2

5
10%

Historgam frekuensi
Tepi    Bawah
Tepi         Atas
Batas Bawah
Batas Atas
36
37,2
35,95
37,25
37,2
38,4
37,25
38,59
38,4
39,6
38,59
40,01
39,6
40,8
40,01
41,03
40,8
42
41,03
42,05
42
43,2
42,05
43,25

Pologon frekuensi
Tepi    Bawah
Tepi         Atas
Nilai Tengah
Frekuensi


1,2
0
36
37,2
55,2
20
37,2
38,4
57
3
38,4
39,6
58,8
1
39,6
40,8
60,6
10
40,8
42
62,4
11
42
43,2
64,2
5


43,2
0


Tabel Distribusi Kumulatif
Kurang    Dari
Frekuensi Kumulatif

Lebih    Dari
Frekuensi Kumulatif
<35,9
0
>35,9
50
<37,1
20
>37,1
30
<38,3
23
>38,3
27
<39,5
24
>39,5
26
<40,7
34
>40,7
16
<41,9
45
>41,9
5
<43,2
50
>43,2
0

Penyajian Data Numerik :
            Penyajian Data Numerik diperoleh dari data yang sudah ada yaitu dari data Batas Bawah dan Batas Atas yang dimana disitu terdapat Frekuensi dan Frekuensi Kumulatif yang membantu memperoleh nilai yang di inginkan.
Batas Bawah - Batas Atas
35,95-37,25
37,5-38,59
38,59-40,01
40,01-41,03
41,03-42,05
42,05-43,25

MEAN
Mean = jumlah nilai data pengamatan / banyaknya data anggota sampel.
Mean = 1956/50
Mean = 39,12

MEDIAN
Untuk menentukan hasil dari median, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumus yaitu sbb :
Gambar 1.1
Dengan :
L  : Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i    : interval kelas/lebar kelas
n   : banyaknya data
F   : frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median
f   : frekuensi kelas yang mengandung median

Jadi :
L  : 37,2
i    : 1,2
n   : 50
F   : 3
f   : 3

Med = L + i (n/2 – F)
                          F
Med = 37,2 + 1,2 (50/2 – 3)
                                  3
Med = 37,2 + 1,2 (25 – 3)
                                  3
Med = 37,2 + 1,2        (22)
                                      3
Med = 281,6

MODUS
Untuk menentukan hasil dari modus, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumusnya yaitu sbb :
Dengan :
L     : batas bawah kelas yang mengandung modus
i      : interval kelas/lebar kelas
d1   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya

Jadi :
L     : 37,2
i      : 1,2
d1   : 20 – 3 = 17
d2   : 20 – 3 = 17

Mod = L + i (   d1   )
                      d1+d2
Mod = 37,2 + 1,2 (   20  )
                              20+20
Mod = 37,2 + 1,2  (22)
                                40
Mod = 19,2


III KESIMPULAN/RINGKASAN


 DAFTAR PUSTAKA