Jumat, 20 Maret 2015



Pengukuran Ukuran File 50 Daftar Ukuran Sepatu

Muhammad Adnan
Jurnal Statistika dan Probabilitas
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia

I.                   PENDAHULUAN
Statistika adalah ilmu pengetahuan yang telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan juga untuk membuat rencana masa datang. Selain itu pimpinan mengambil manfaat dari kegunaan statistika untuk melakukan tindakan - tindakan yang perlu dalam menjalankan tugasnya. Di dunia penelitian atau riset, dimana pun dilakukan, bukan saja telah mendapat manfaat yang baik dari statistika tetapi sering harus menggunakannya. Seperti untuk mengetahui apakah cara yang baru ditemukan lebih baik dari pada cara lama, atau apakah model untuk sesuatu hal dapat kita anut atau tidak. Untuk mengetahui hal -  hal diatas, perlu diadakan penilaian dengan statistika.
Kata Statistika berbeda dengan Statistik. Statistik dipakai untuk menyatakan kumpulan data, bilangan maupun non-bilangan yang disusun dalam tabel ataupun diagram, yang melukiskan suatu persoalan. Sedangkan statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisaannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan. Dalam statistika dibagi menjadi dua yaitu statistika induktif dan deskriptif. Distribusi Frekuensi dan Ukuran Gejala Pusat merupakan bagian dari statistik deskriptif.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam pembahasan makalah ini.
II. LANDASAN TEORI
A.  Frekuensi.
Kata “Frekuensi” yang dalam bahasa inggrisnya adalah Frequency berarti kekerapan, keseimangan, keseringan. Dalam statistik , frekuensi mengandung pengertian Angka (Bilangan) yang menunjukan seberpa kali suatu variabel (yang dilambangkan dengan angka-angka itu) berulang dalam deretan angka tersebut atau berapa kalikahsuatu variabel.

B.  Distribusi Frekuensi
Data yang diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa random dapat disusun menjadi data yang berurutan satu per satu atau berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Tabel untuk distribusi frekuensi disebut dengan Tabel Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi saja. Jadi, distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Distribusi Tunggal adalah satuan-satuan unit, urutan tiap skor, atau tiap varitas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi kelompok atau tabel frekuensi bergolong. Distribusi bergolong terdiri atas beberapa interval kelas dalam penyusunannya. Selanjutnya, dari distribusi frekuensi dapat diperoleh keterangan atau gambaran dan sistematis dari data yang diperoleh.


III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam hal ini penulis menerapkan metode distribusi frekuensi pada penyajian data jumlah saudara teman. Data diambil dari 50 saudara teman yang diambil pada tanggal 18 Maret 2015.

No
Nama
Ukuran Sepatu
1
Muh Adnan
40
2
Faris
42
3
Arisandi
43
4
Yovie
40
5
Gilang
43
6
Tsani
39
7
Octa
38
8
Reiza
38
9
Nitami
38
10
Wina
36
11
Evi SF
36
12
Eva SF
36
13
Indra
40
4
Surahman
40
15
Zeni
41
16
Irfan
42
17
Alfitra
43
18
Hudhud
40
19
Reni
36
20
Ryan
40
21
Mia
37
22
Leni
36
23
Windi
36
24
Tya
36
25
Chaerul
42
26
Ramdhani
40
27
Syahid
41
28
Raksi
43
29
Ganjar
41
30
Lucky
40
31
Ramdan
40
32
Lukman
40
33
Hesti
36
34
Ria
36
35
Ane
36
36
Sonia
36
37
Yuli
36
38
Angga
43
39
Anggi
36
40
Mikha
36
41
Alwi
41
42
Ahmad
41
43
Ismail
42
44
Sari
36
45
Fany
37
46
Nadia
37
47
Faisal
42
48
Dedi
41
49
Anisa
37
50
Rina
37

40
36
37
40
42
42
36
36
40
41
43
40
36
36
42
40
40
36
36
36
43
41
40
36
37
39
42
42
36
37
38
43
40
43
42
38
40
41
36
42
38
36
43
36
37
36
40
41
41
37





MIN
MAX
R
K
I
36
43
7
6
1,166667
1,2

Berikut ini adalah pembahasan dari hasil penyajian data jumlah nomer sepatu
Nilai Minimal         = 36
Nilai Maksimal       = 43
Range                      = 43-36
                                = 7
Kelas                        =
2k >/ n
2k >/ 50  .. k = 6, 7, ... pilih 6
Interval                    = R / K
= 7 / 6  = 1,66667
= 1,2

Tabel Distribusi Frekuensi Relatif



Tepi Bawah
Tepi Atas
Turus
frekuensi
frekuensi relatif


36
37,2

20
40%

37,2
38,4

3
6%

38,4
39,6

1
2%

39,6
40,8

10
20%

40,8
42

11
22%

42
43,2

5
10%






Histogram Frekuensi



Tepi    Bawah
Tepi         Atas
Batas Bawah
Batas Atas


36
37,2
35,95
37,25

37,2
38,4
37,25
38,59

38,4
39,6
38,59
40,01

39,6
40,8
40,01
41,03

40,8
42
41,03
42,05

42
43,2
42,05
43,25


Batas Bawah - Batas Atas


35,95-37,25

37,5-38,59

38,59-40,01

40,01-41,03

41,03-42,05

42,05-43,25










               
Tepi    Bawah
Tepi         Atas
Nilai Tengah
Frekuensi




1,2
0

36
37,2
55,2
20

37,2
38,4
57
3

38,4
39,6
58,8
1

39,6
40,8
60,6
10

40,8
42
62,4
11

42
43,2
64,2
5



43,2
0


Tabel Distribusi Kumulatif

Kurang    Dari
Frekuensi Kumulatif


<35,9
0

<37,1
20

<38,3
23

<39,5
24

<40,7
34

<41,9
45

<43,2
50

Tabel Distribusi Kumulatif

Kurang    Dari
Frekuensi Kumulatif


<35,9
0

<37,1
20

<38,3
23

<39,5
24

<40,7
34

<41,9
45

<43,2
50






































IV. KESIMPULAN
Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah ini adalah sebagai berikut :
·      Kita dapat mengetahui cabang ilmu dari Statistik dan Probabilitas, yaitu metode Distribusi Frekuensi.
·      Pengumpulan data jumlah saudara teman dapat menggunakan metode distribusi frekuensi.
·      Dan disini kita juga dapat menggunakan Grafik Histogram, ogif dan poligon


DAFTAR PUSTAKA
-          http://wikipedia.com